Tri Rismaharini atau akrab dengan
panggilan Risma. Bu Risma adalah wali kota wanita pertama kota Surabaya. Bu Risma
menjabat walikota Surabaya sejak sejak 28 September 2010. Ia juga walikota
wanita Indonesia pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat melalui
Pilkada. Sebagai seorang arsitek, tampaknya Bu Risma memahami betul dunia
penataan suatu kawasan kota. Sebelum menjabat sebagai walikota, ia pernah
menjabat sebagai kepala dinas kebersihan dan pertamanan (DKP), sebelum akhirnya
menjadi kepalaa Badan Perencanaan (Bappeda) Kota Surabaya. Dibawah
kepemimpinannya, Kota Surabaya meraih tiga kali piala adipura pada 2011, 2012,
dan 2013 kategori kota metropolitan.
Berikut ini adalah analisis sumber daya
kepemimpinan dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang Tri Rismaharini :
1.
Sumber Daya
Kepemimpinan Tri Rismaharini
ü Pengaruh
Tri
Rismaharini memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan kota Surabaya.
Semenjak kepemimpinannya wajah Surabaya yang awalnya terkenal gersang dan panas
dapat berubah kota yang asri, hijau dan penuh dengan taman yang rindang. Bu
Risma juga memiliki hati yang mulia dan berani mengambil resiko untuk membantu
masyarakat yang membutuhkan bantuannya, terbukti dengan adanya mantan PSK yang
dibantunya untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak, memberikan sarana kepada
anak-anak jalanan untuk dapat menikmati pendidikan dan fasilitas lain yang
dibutuhkan. Dengan segala kepedulian Bu Risma terhadap rakyat maka dengan
sendirinya akan memberikan pengaruh terhadap masyarakat Surabaya.
Pemimpin
dikenali pertama-tama karena dedikasinya terhadap rakyat, hal tersebutlah yang
dilakukan oleh Bu Risma, bagaimana ia bertanggung jawab untuk menjadikan
masyarakat Surabaya yang sejahtera. Karena dedikasinya ini, pengaruh walikota
Surabaya, Tri Rismaharini semakin meluas. Terbukti dengan komentar-komentar
masyarakat Surabaya yang berempati padanya dan memberikan dukungan pada Bu
Risma.
ü Kekuasaan
Kekuasaan
adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dengan sikap Bu Risma yang tegas dan keras
dalam menghadapi masalah seperti proyek yang tidak berjalan sesuai perencanaan,
Bu Risma terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa bagaimana proyek tersebut
bejalan. Apabila tidak sesuai dengan perencanaan maka Bu Risma akan segera
meninjak lanjuti seperti akan diberhentikannya proyek tersebut. Sama halnya
dengan mengatasi masalah anak-anak jalanan, Bu Risma menyediakan sarana kepada
anak-anak untuk mengembangkan kemampuannya yang dimiliki anak-anak tersebut.
Dengan begitu, anak-anak tersebut dapat melakukan hal-hal yang positif.
ü Legitimasi
Legitimasi
adalah kualitas hukum yang berbasis pada penerimaan putusan dalam peradilan,
dapat pula diartikan seberapa jauh masyarakat mau menerima dan mengakui
kewenangan, keputusan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin. Kebijakan
yang diambil oleh Bu Risma, tentu sebelumnya ia akan memikirkan apakah
dampaknya akan baik atau buruk terhadap masyarakat. Bu Risma merupakan sosok
yang tidak tergerus oleh dunia politik yang mementingkan kepentingan kelompok,
melainkan kepentingan masyarakatlah yang utama. Dengan keputusan yang diambil
adalah pro rakyat, tentu Bu Risma memiliki legitimasi yang baik dari
masyarakat. Namun, dibalik itu semua, setiap ada yang pro akan ada beberapa
yang kontra, akan tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan tekad Bu Risma untuk
tetap menjadikan kepentingan masyarakat yang utama.
ü Wewenang
Wewenang
adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Sebagai seorang
walikota Surabaya, Bu Risma tentu memiliki wewenang untuk mengatur kota
Surabaya. Contoh keberhasilan Bu Risma menggunakan wewenangnya yaitu menutup
Dolly, menolak pembangunan jalan tol di tengah kota Surabaya dan mengatasi
persoalan publik yang lain, semua ini karena Bu Risma berani mengambil resiko dan
tidak memikirkan bagaimana pemikiran orang tentang dia dan tidak peduli dari rongrongan
yang mau menginterversi kewenangan yang dimilikinya.
2.
Keterampilan yang
dimiliki Tri Rismaharini
ü Keterampilan
Teknis
Keterampilan
teknis adalah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, metoda, atau teknik
spesifik dalam bidang spesialisasi tertentu. Keterampilan ini merupakan
pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas perkejaan yang berhubungan dengan
keahlian tangan atau fisik lainnya, namun ada juga beberapa keahlian non-fisik
yang bersifat teknis.
Contoh
keterampilan teknis yang dilakukan Risma adalah bagaimana ia mampu menata Kota
Surabaya menjadi kota yang bersih dan penuh taman. Tentu hal tersebut dapat
terjadi karena keterampilan teknis yang dimiliki Risma karena ia adalah lulusan
sarjana arsitektur yang memilik keterampilan dalam menata sebuah kota.
ü Keterampilan
Manusia
Keterampilan
manusia adalah kemampuan untuk bekerja dengan orang lain, memahami orang lain,
memotivasi orang lain, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Contoh
keterampilan manusia yang dimiliki oleh Tri Rismaharini bagaimana kinerja ia
sebagai walikota yang suka blusukan, turun tangan langsung dalam menghadapi
permasalahan yang ada, seperti bagaimana ia membantu mengatur lalu lintas yang
sedang macet bahkan Risma pernah membantu pemadam kebakaran. Hal tersebut tentu
cerminan dirinya yang memahami orang lain dan mau terjun langsung untuk
membantunya. Risma juga merupakan sosok pemimpin yang memiliki prinsip yang
kuat untuk menjadikan masyarakat Surabaya yang sejahtera. Dengan hal yang
dilakukannya tersebut, dapat memotivasi masyarakat yang lain, karena walikota
saja mau untuk melakukan hal-hal tersebut dan tidak malu.
ü Keterampilan
Konseptual
Keterampilan
konseptual adalah kemampuan untuk memandang dan memahami suatu persoalan, suatu
issue atau organisasi secara keseluruhan dan mengorgadinasikan serta memadukan
semua bagian-bagiannya yang saling terkait untuk kepentingan atau kegiatan
organisasi. Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan dalam
menjalankan fungsi-fungsi manajerial, meliputi proses perencanaan,
pengorganisasian, pendelegasian, pengontrolan, evaluasi dan pemecahan masalah.
Contoh keterampilan
konseptual yang dimiliki Tri Rismaharini yaitu bagaimana ia menghadapi
permasalahan gang dolly yang merupakan tempat lokalisasi terbesar di Asia
Tenggara. Langkah Tri Rismaharini begitu berani untuk membawa perubahan di Kota
Surabaya yaitu untuk menutup tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni
gang Dolly. Upaya Risma untuk menutup gang dolly pun tak pelak mengundang
berbagai reaksi dari masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra. Tentu Risma
memiliki alasan mengapan begitu berani ia menutup tempat lokalisasi tersebut.
Alasan Risma yakni menyangkut masalah pendidikan moral anak-anak hingga remaja
yang berada disekitar lokalisasi tersebut. Tidak hanya berhenti pada penutupan
dolly saja, Risma juga telah memikirkan bagaimana nasib para mantan PSK ke
depannya. Untuk itu, Risma memberikan pelatihan-pelatihan bagi para mantak PSK
di Dolly, dengan bekerja sama dengan UKM dan Dinas setempat serta memberikan
dana bantuan kepada para mantan PSK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar