Jumat, 11 Maret 2016

Analisis Sumber Daya Kepemimpinan dan Keterampilan Tri Rismaharini (Walikota Surabaya)



Tri Rismaharini atau akrab dengan panggilan Risma. Bu Risma adalah wali kota wanita pertama kota Surabaya. Bu Risma menjabat walikota Surabaya sejak sejak 28 September 2010. Ia juga walikota wanita Indonesia pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pilkada. Sebagai seorang arsitek, tampaknya Bu Risma memahami betul dunia penataan suatu kawasan kota. Sebelum menjabat sebagai walikota, ia pernah menjabat sebagai kepala dinas kebersihan dan pertamanan (DKP), sebelum akhirnya menjadi kepalaa Badan Perencanaan (Bappeda) Kota Surabaya. Dibawah kepemimpinannya, Kota Surabaya meraih tiga kali piala adipura pada 2011, 2012, dan 2013 kategori kota metropolitan.
Berikut ini adalah analisis sumber daya kepemimpinan dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang Tri Rismaharini :

1.      Sumber Daya Kepemimpinan Tri Rismaharini
ü  Pengaruh
Tri Rismaharini memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan kota Surabaya. Semenjak kepemimpinannya wajah Surabaya yang awalnya terkenal gersang dan panas dapat berubah kota yang asri, hijau dan penuh dengan taman yang rindang. Bu Risma juga memiliki hati yang mulia dan berani mengambil resiko untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuannya, terbukti dengan adanya mantan PSK yang dibantunya untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak, memberikan sarana kepada anak-anak jalanan untuk dapat menikmati pendidikan dan fasilitas lain yang dibutuhkan. Dengan segala kepedulian Bu Risma terhadap rakyat maka dengan sendirinya akan memberikan pengaruh terhadap masyarakat Surabaya.
Pemimpin dikenali pertama-tama karena dedikasinya terhadap rakyat, hal tersebutlah yang dilakukan oleh Bu Risma, bagaimana ia bertanggung jawab untuk menjadikan masyarakat Surabaya yang sejahtera. Karena dedikasinya ini, pengaruh walikota Surabaya, Tri Rismaharini semakin meluas. Terbukti dengan komentar-komentar masyarakat Surabaya yang berempati padanya dan memberikan dukungan pada Bu Risma.

ü  Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan sikap Bu Risma yang tegas dan keras dalam menghadapi masalah seperti proyek yang tidak berjalan sesuai perencanaan, Bu Risma terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa bagaimana proyek tersebut bejalan. Apabila tidak sesuai dengan perencanaan maka Bu Risma akan segera meninjak lanjuti seperti akan diberhentikannya proyek tersebut. Sama halnya dengan mengatasi masalah anak-anak jalanan, Bu Risma menyediakan sarana kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuannya yang dimiliki anak-anak tersebut. Dengan begitu, anak-anak tersebut dapat melakukan hal-hal yang positif.

ü  Legitimasi
Legitimasi adalah kualitas hukum yang berbasis pada penerimaan putusan dalam peradilan, dapat pula diartikan seberapa jauh masyarakat mau menerima dan mengakui kewenangan, keputusan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin. Kebijakan yang diambil oleh Bu Risma, tentu sebelumnya ia akan memikirkan apakah dampaknya akan baik atau buruk terhadap masyarakat. Bu Risma merupakan sosok yang tidak tergerus oleh dunia politik yang mementingkan kepentingan kelompok, melainkan kepentingan masyarakatlah yang utama. Dengan keputusan yang diambil adalah pro rakyat, tentu Bu Risma memiliki legitimasi yang baik dari masyarakat. Namun, dibalik itu semua, setiap ada yang pro akan ada beberapa yang kontra, akan tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan tekad Bu Risma untuk tetap menjadikan kepentingan masyarakat yang utama.

ü  Wewenang
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Sebagai seorang walikota Surabaya, Bu Risma tentu memiliki wewenang untuk mengatur kota Surabaya. Contoh keberhasilan Bu Risma menggunakan wewenangnya yaitu menutup Dolly, menolak pembangunan jalan tol di tengah kota Surabaya dan mengatasi persoalan publik yang lain, semua ini karena Bu Risma berani mengambil resiko dan tidak memikirkan bagaimana pemikiran orang tentang dia dan tidak peduli dari rongrongan yang mau menginterversi kewenangan yang dimilikinya.

2.      Keterampilan yang dimiliki Tri Rismaharini
ü  Keterampilan Teknis
Keterampilan teknis adalah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, metoda, atau teknik spesifik dalam bidang spesialisasi tertentu. Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas perkejaan yang berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainnya, namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis.
Contoh keterampilan teknis yang dilakukan Risma adalah bagaimana ia mampu menata Kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan penuh taman. Tentu hal tersebut dapat terjadi karena keterampilan teknis yang dimiliki Risma karena ia adalah lulusan sarjana arsitektur yang memilik keterampilan dalam menata sebuah kota.

ü  Keterampilan Manusia
Keterampilan manusia adalah kemampuan untuk bekerja dengan orang lain, memahami orang lain, memotivasi orang lain, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Contoh keterampilan manusia yang dimiliki oleh Tri Rismaharini bagaimana kinerja ia sebagai walikota yang suka blusukan, turun tangan langsung dalam menghadapi permasalahan yang ada, seperti bagaimana ia membantu mengatur lalu lintas yang sedang macet bahkan Risma pernah membantu pemadam kebakaran. Hal tersebut tentu cerminan dirinya yang memahami orang lain dan mau terjun langsung untuk membantunya. Risma juga merupakan sosok pemimpin yang memiliki prinsip yang kuat untuk menjadikan masyarakat Surabaya yang sejahtera. Dengan hal yang dilakukannya tersebut, dapat memotivasi masyarakat yang lain, karena walikota saja mau untuk melakukan hal-hal tersebut dan tidak malu.

ü  Keterampilan Konseptual
Keterampilan konseptual adalah kemampuan untuk memandang dan memahami suatu persoalan, suatu issue atau organisasi secara keseluruhan dan mengorgadinasikan serta memadukan semua bagian-bagiannya yang saling terkait untuk kepentingan atau kegiatan organisasi. Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial, meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pendelegasian, pengontrolan, evaluasi dan pemecahan masalah.
Contoh keterampilan konseptual yang dimiliki Tri Rismaharini yaitu bagaimana ia menghadapi permasalahan gang dolly yang merupakan tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Langkah Tri Rismaharini begitu berani untuk membawa perubahan di Kota Surabaya yaitu untuk menutup tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni gang Dolly. Upaya Risma untuk menutup gang dolly pun tak pelak mengundang berbagai reaksi dari masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra. Tentu Risma memiliki alasan mengapan begitu berani ia menutup tempat lokalisasi tersebut. Alasan Risma yakni menyangkut masalah pendidikan moral anak-anak hingga remaja yang berada disekitar lokalisasi tersebut. Tidak hanya berhenti pada penutupan dolly saja, Risma juga telah memikirkan bagaimana nasib para mantan PSK ke depannya. Untuk itu, Risma memberikan pelatihan-pelatihan bagi para mantak PSK di Dolly, dengan bekerja sama dengan UKM dan Dinas setempat serta memberikan dana bantuan kepada para mantan PSK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar